Sebuah penelitian diJerman,menyatakan bahwa melatih bayi berenang sejak usia dini sangat bermanfaat bukan hanya pada perkembangan fisiknya namun juga kemampuan berkonsentrasi, gerak reflek,kecerdasan serta perilaku sosial saat mereka memasuki usia taman kanak-kanak.
Mohon jangan copas tulisan dari blog ini, sertakan link hidup saja.
Senin, 23 Mei 2011
Minggu, 22 Mei 2011
Lemak "Jahat" vs Lemak "Baik"
Kolesterol tidak dapat larut dalam darah. Kolesterol harus diangkut ke dan dari sel tubuh oleh lipoprotein. Low-density lipoprotein, atau LDL, dikenal sebagai kolesterol
“ jahat”, sedangkan high-density lipoprotein atau HDL dikenal sebagai kolesterol “baik”. Kedua jenis lipid ini, bersama dengan trigliserida dan kolesterol Lp (a) membentuk jumlah total kolesterol yang terukur dalam tes darah (kolesterol total).
Kolesterol LDL (Kolesterol Jahat)
Kadar LDL (kolesterol jahat) yang terlalu tinggi di dalam darah, perlahan-lahan dapat
menyebabkan penyumbatan arteri yang mengarah pada jantung dan otak. LDL membentuk plak yang dapat mempersempit arteri dan membuatnya kurang fleksibel. Kondisi ini dikenal sebagai aterosklerosis. Jika arteri menyempit, serangan jantung atau stroke dapat terjadi.
Kolesterol HDL (Kolesterol Baik)
Sekitar seperempat hingga sepertiga kolesterol darah terdiri atas high-density lipoprotein (HDL). Kolesterol HDL dikenal sebagai kolesterol “baik”, karena tingkat
HDL yang tinggi mampu melindungi terhadap serangan jantung. Rendahnya tingkat HDL (kurang dari 40 mg/dL) dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. HDL cenderung
membawa kolesterol jahat dari arteri kembali ke hati. Beberapa ahli meyakini bahwa
HDL berfungsi memperlambat penyumbatan arteri.
Trigliserida
Trigliserida adalah lemak yang dibuat dalam tubuh. Peningkatan trigliserida disebabkan oleh kelebihan berat badan/obesitas, kurang olahraga, merokok, konsumsi alkohol berlebihan dan diet yang sangat tinggi karbohidrat. Orang dengan trigliserida tinggi seringkali memiliki tingkat kolesterol total yang juga tinggi,
termasuk tingkat LDL (jahat) tinggi dan HDL (baik) rendah. Banyak orang dengan penyakit jantung dan/atau diabetes juga memiliki kadar trigliserida yang
tinggi.
Kolesterol Lp (a)
Lp (a) adalah variasi genetik dari kolesterol LDL (jahat). Tingkat Lp a) yang tinggi akan meningkatkan risiko penumpukan lemak di arteri. Lp (a) belum sepenuhnya dapat
dipahami. Lp (a) diduga dapat berinteraksi dengan zat yang ditemukan di dinding arteri dan berkontribusi terhadap penumpukan lemak.
“ jahat”, sedangkan high-density lipoprotein atau HDL dikenal sebagai kolesterol “baik”. Kedua jenis lipid ini, bersama dengan trigliserida dan kolesterol Lp (a) membentuk jumlah total kolesterol yang terukur dalam tes darah (kolesterol total).
Kolesterol LDL (Kolesterol Jahat)
Kadar LDL (kolesterol jahat) yang terlalu tinggi di dalam darah, perlahan-lahan dapat
menyebabkan penyumbatan arteri yang mengarah pada jantung dan otak. LDL membentuk plak yang dapat mempersempit arteri dan membuatnya kurang fleksibel. Kondisi ini dikenal sebagai aterosklerosis. Jika arteri menyempit, serangan jantung atau stroke dapat terjadi.
Kolesterol HDL (Kolesterol Baik)
Sekitar seperempat hingga sepertiga kolesterol darah terdiri atas high-density lipoprotein (HDL). Kolesterol HDL dikenal sebagai kolesterol “baik”, karena tingkat
HDL yang tinggi mampu melindungi terhadap serangan jantung. Rendahnya tingkat HDL (kurang dari 40 mg/dL) dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. HDL cenderung
membawa kolesterol jahat dari arteri kembali ke hati. Beberapa ahli meyakini bahwa
HDL berfungsi memperlambat penyumbatan arteri.
Trigliserida
Trigliserida adalah lemak yang dibuat dalam tubuh. Peningkatan trigliserida disebabkan oleh kelebihan berat badan/obesitas, kurang olahraga, merokok, konsumsi alkohol berlebihan dan diet yang sangat tinggi karbohidrat. Orang dengan trigliserida tinggi seringkali memiliki tingkat kolesterol total yang juga tinggi,
termasuk tingkat LDL (jahat) tinggi dan HDL (baik) rendah. Banyak orang dengan penyakit jantung dan/atau diabetes juga memiliki kadar trigliserida yang
tinggi.
Kolesterol Lp (a)
Lp (a) adalah variasi genetik dari kolesterol LDL (jahat). Tingkat Lp a) yang tinggi akan meningkatkan risiko penumpukan lemak di arteri. Lp (a) belum sepenuhnya dapat
dipahami. Lp (a) diduga dapat berinteraksi dengan zat yang ditemukan di dinding arteri dan berkontribusi terhadap penumpukan lemak.
Selasa, 17 Mei 2011
Resep Sambel Tumpang
Inget sambel tumpang pasti inget sama temen kerjaku,pasalnya dia nggak suka banget sama yang namanya sambel tumpang padahal dia orang Solo lho. Lain temenku lain aku,aku suka banget ma yang namanya sambel tumpang,dulu hampir tiap pagi sarapan pakai ini,jadi kangen.....
Bahan :
150 gr tempe semangit
daging sapi (tetelan) secukupnya
5 bh cabai merah
5 bh cabai rawit
2 cm kencur
2 siung bawang putih
4 siung bawang merah
10 buah petai
kerupuk kulit (rambak) secukupnya
2 lbr daun jeruk
2 lbr daun salam
1 cm lengkuas, memarkan
400 ml santan
1 sdt gula pasir ; 3 sdt garam
Cara membuat :
1. Tempe, daging, bawang merah, bawang putih, cabai, daun jeruk, kencur, salam, lengkuas direbus jadi satu.
2. Setelah daging empuk, angkat. Lalu dipotong kecil-kecil.
3. Bahan rebusan lainnya semuanya diulek halus kecuali salam, lengkuas, daging. Masukkan kembali daging yang sudah dipotong2.
4. Semua bahan direbus kembali, beri santan. Setelah mendidih, masukkan petai dan kerupuk kulit. Beri garam dan sedikit gula pasir. Tunggu sampai air tinggal sedikit / agak mengental. Angkat.
Sajikan dengan sayuran(bayam,kacang panjang tauge),peyek teri atau karak (kerupuk gendar ).
Bahan :
150 gr tempe semangit
daging sapi (tetelan) secukupnya
5 bh cabai merah
5 bh cabai rawit
2 cm kencur
2 siung bawang putih
4 siung bawang merah
10 buah petai
kerupuk kulit (rambak) secukupnya
2 lbr daun jeruk
2 lbr daun salam
1 cm lengkuas, memarkan
400 ml santan
1 sdt gula pasir ; 3 sdt garam
Cara membuat :
1. Tempe, daging, bawang merah, bawang putih, cabai, daun jeruk, kencur, salam, lengkuas direbus jadi satu.
2. Setelah daging empuk, angkat. Lalu dipotong kecil-kecil.
3. Bahan rebusan lainnya semuanya diulek halus kecuali salam, lengkuas, daging. Masukkan kembali daging yang sudah dipotong2.
4. Semua bahan direbus kembali, beri santan. Setelah mendidih, masukkan petai dan kerupuk kulit. Beri garam dan sedikit gula pasir. Tunggu sampai air tinggal sedikit / agak mengental. Angkat.
Sajikan dengan sayuran(bayam,kacang panjang tauge),peyek teri atau karak (kerupuk gendar ).
Langganan:
Postingan (Atom)