Mohon jangan copas tulisan dari blog ini, sertakan link hidup saja.
Minggu, 08 Mei 2011
Jumat, 06 Mei 2011
SETUP MACARONI
Setup macaroni ini adalah makanan favorit aku,adikku dan ibuku, dulu hampir tiap minggu kami bergotong royong membuatnya. Kasihan bapak,saat semua menikmati setup macaroni yang lezat beliau malah tidak doyan. Sudah lama aku tidak merasakan setup macaroni ini karena di daerah tempatku tinggal tidak ada yang jual,mau pulang ke Solo ga ada waktunya. Dulu waktu masih di solo,setup macaroni ini jadi favorit ibu2 dan remaja persekutuan buat suguhan pas persekutuan remaja, meskipun sering dihidangkan tapi kami tidak bosen. Ada ibu yang suka buat setup macaroni yang mleketrek,ada yang suka kuah encer,ada remaja yang ga suka susu jadi dia selalu dapat kuah khusus(tanpa susu). Menurutku resep yang paling sempurna hanya punya ibuku. Ternyata salah satu temanku ada yang doyan juga dengan setup macaroni sampai meminta resepnya, katanya sich mau coba bikin buat anaknya dan dirinya sendiri. Nich dia sis resepnya,catat ya.
Setup macaroni
Bahan :
* 500 gr elbow macaroni (bentuk pipa setengah lingkaran), rebus dan tiriskan. Siram dengan air dingin agar macaroni tidak ngumpal2 jadi satu dan bentuknya utuh
* 2 bh dada ayam, rebus. Air kaldu sisihkan dan daging di suwir-suwir.
* 250 gr mentega
* 15 bh bawang merah potong besar2, makin banyak makin enak (kalau aku dan adik suka ambil banyak2),jangan sekali2 menambahkan bawang putih karena bawang putih tidak dipakai di resep ini
* 3 gelas Susu murni biar gurih(kalau kepepet pakai susu dancow,sama2 gurih tapi enak susu murni)=> kalu ga suka susu mending ga perlu dikasih cukup pakai kaldu saja,jangan diganti dengan santan karena kurang lezat jadinya(menurutku)
* merica bubuk
* Pala bubuk/ pala diparut
* Garam dan gula(sedikit)
* 2 telur kocok lepas
* 1 bh meggi kaldu blok
* Parutan Keju (bila suka)
* Saos sambal
Cara masak :
* Panaskan mentega sampai meleleh masukkan bawang merah. tumis sebentar. Masukkan suwiran ayam, merica dan pala bubuk. Masukkan air kaldu ayam, tambahkan garam,gula dan meggi. Masak sampai air kaldu mendidih. Kemudian tambahkan susu murni. Aduk kembali tunggu sampai mendidih. Lalu masukkan macaroni. Terakhir masukkan telur kocok lepas. Aduk2 hingga telur menyatu. Jika ingin macaroni yang "mleketrek"(lunak hampir seperti bubur) bisa direbus agak lama tapi kalau aku dan keluarga senang dengan macaroni yang masih utuh dan bentuknya bagus.
Sajikan hangat-hangat dengan ditaburi parutan keju diatasnya, bisa juga ditambah saos sambal botol.
Setup macaroni
Bahan :
* 500 gr elbow macaroni (bentuk pipa setengah lingkaran), rebus dan tiriskan. Siram dengan air dingin agar macaroni tidak ngumpal2 jadi satu dan bentuknya utuh
* 2 bh dada ayam, rebus. Air kaldu sisihkan dan daging di suwir-suwir.
* 250 gr mentega
* 15 bh bawang merah potong besar2, makin banyak makin enak (kalau aku dan adik suka ambil banyak2),jangan sekali2 menambahkan bawang putih karena bawang putih tidak dipakai di resep ini
* 3 gelas Susu murni biar gurih(kalau kepepet pakai susu dancow,sama2 gurih tapi enak susu murni)=> kalu ga suka susu mending ga perlu dikasih cukup pakai kaldu saja,jangan diganti dengan santan karena kurang lezat jadinya(menurutku)
* merica bubuk
* Pala bubuk/ pala diparut
* Garam dan gula(sedikit)
* 2 telur kocok lepas
* 1 bh meggi kaldu blok
* Parutan Keju (bila suka)
* Saos sambal
Cara masak :
* Panaskan mentega sampai meleleh masukkan bawang merah. tumis sebentar. Masukkan suwiran ayam, merica dan pala bubuk. Masukkan air kaldu ayam, tambahkan garam,gula dan meggi. Masak sampai air kaldu mendidih. Kemudian tambahkan susu murni. Aduk kembali tunggu sampai mendidih. Lalu masukkan macaroni. Terakhir masukkan telur kocok lepas. Aduk2 hingga telur menyatu. Jika ingin macaroni yang "mleketrek"(lunak hampir seperti bubur) bisa direbus agak lama tapi kalau aku dan keluarga senang dengan macaroni yang masih utuh dan bentuknya bagus.
Sajikan hangat-hangat dengan ditaburi parutan keju diatasnya, bisa juga ditambah saos sambal botol.
Kamis, 05 Mei 2011
10 Gejala Diabetes

* Mudah capek. Umumnya penderita diabetes mudah merasa lelah dan mengantuk.
* Sering buang air kecil. Penyebabnya karena diabetes awalnya berhubungan dengan efek langsung dari kadar gula darah yang tinggi. Jika kadar gula darah sampai diatas 160-180 mg/dL, maka glukosa akan sampai ke air kemih. Jika kadarnya lebih tinggi lagi, ginjal akan membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa yang hilang. Karena ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang berlebihan, maka penderita sering berkemih dalam jumlah yang banyak (poliuria).
* Penurunan berat badan secara tiba-tiba. Penyebabnya karena sewaktu tubuh tidak dapat menyalurkan gula ke dalam sel-selnya, tubuh membakar lemak dan proteinnya sendiri untuk mendapatkan energi.
* Mudah lapar dan haus. Akibat poliuria maka penderita merasakan haus yang berlebihan sehingga banyak minum. Sejumlah besar kalori hilang ke dalam air kemih, penderita mengalami penurunan berat badan. Untuk mengkompensasikan hal ini penderita seringkali merasakan lapar yang luar biasa sehingga banyak makan (polifagi).
* Mudah timbul bisul atau abses dengan kesembuhan yang lama
* Sering kesemutan
* Gatal2 terutama pada kelamin bagian luar
* Gairah sex menurun
* Penglihatan kabur,pusing, mual dan berkurangnya ketahanan selama melakukan olah raga. Penderita diabetes yang kurang terkontrol lebih peka terhadap infeksi.
* Ibu yang melahirkan bayi lebih dari 4 kg
Pada penderita diabetes tipe I, gejalanya timbul secara tiba-tiba dan bisa berkembang dengan cepat ke dalam suatu keadaan yang disebut dengan ketoasidosis diabetikum. Kadar gula di dalam darah adalah tinggi tetapi karena sebagian besar sel tidak dapat menggunakan gula tanpa insulin, maka sel-sel ini mengambil energi dari sumber yang lain. Sel lemak dipecah dan menghasilkan keton, yang merupakan senyawa kimia beracun yang bisa menyebabkan darah menjadi asam (ketoasidosis). Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan berkemih yang berlebihan, mual, muntah, lelah dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernafasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah. Bau nafas penderita tercium seperti bau aseton. Tanpa pengobatan, ketoasidosis diabetikum bisa berkembang menjadi koma, kadang dalam waktu hanya beberapa jam.
Bahkan setelah mulai menjalani terapi insulin, penderita diabetes tipe I bisa mengalami ketoasidosis jika mereka melewatkan satu kali penyuntikan insulin atau mengalami stres akibat infeksi, kecelakann atau penyakit yang serius.
Penderita diabetes tipe II bisa tidak menunjukkan gejala-gejala selama beberapa tahun. Jika kekurangan insulin semakin parah, maka timbullah gejala yang berupa sering berkemih dan sering merasa haus. Jarang terjadi ketoasidosis. Jika kadar gula darah sangat tinggi (sampai lebih dari 1.000 mg/dL, biasanya terjadi akibat stres-misalnya infeksi atau obat-obatan), maka penderita akan mengalami dehidrasi berat, yang bisa menyebabkan kebingungan mental, pusing, kejang dan suatu keadaan yang disebut koma hiperglikemik-hiperosmolar non-ketotik.
Waspadai gejala diabetes sebelum diabetes semakin menyerang Anda
Langganan:
Postingan (Atom)