Mohon jangan copas tulisan dari blog ini, sertakan link hidup saja.
Tampilkan postingan dengan label Resep MPASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resep MPASI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Januari 2012

Bubur Saring Ikan Patin

Bubur Saring Patin sangat disukai oleh si kecil apalagi ditambah sayur-sayuran favorit Gilbert. Ikan patin sedikit durinya sehingga memudahkan kita untuk menghilangkan duri sebelum dicampurkan di masakan. Sebaiknya menggunakan saringan aluminium agar teksturnya bagus. Inilah resepnya

BAHAN :
  • 1 sdm beras,rendam dalam air +/- 2 jam
  • 50 gr ikan Patin yg sudah dihilangkan durinya
  • 50 gr wortel yg sudah dikupas  potong dadu kecil
  • 50 gr brokoli potong kecil atau bisa juga dicincang
  • 500ml kaldu ikan atau kaldu ayam
CARA MEMBUAT :
  1. Rebus kaldu hingga mendidih, masukkan beras lalu masak hingga matang
  2. Setelah matang masukkan ikan,wortel,brokoli
  3. Rebus selama 2 menit. Angkat dan dinginkan
  4. Haluskan dengan saringan kawat hingga lumat
  5. Bila disimpan dalam kulkas jangan lupa untuk merendam wadahnya dalam air panas sebelum disajikan.Disajikan segera selagi hangat lebih nikmat  
 MPASI 6-9 bulan

Selasa, 11 Oktober 2011

Bubur Susu Kentang

BUBUR SUSU KENTANG

Bahan :
• 1 bh kentang, rebus,kupas, haluskan
• 50 gr melon orange,rebus 1 menit,haluskan
• 100 ml ASI (3 sendok takar sufor larutkan ke dalam 90 ml air matang)

Cara membuat :
• campur melon dengan kentang,aduk rata
• tuang ASI / SUFOR, aduk rata

 MPASI 6-9 bulan

Bubur Alpukat

BUBUR ALPUKAT

Bahan :
• 2 sdm tepung beras putih
• 100 ml air matang
• 200 ml ASI (2 sdm sufor larutkan dalam 200 ml air matang)
• 60 gr alpukat, haluskan

Cara Membuat :
• larutkan tepung beras putih ke dalam air,aduk hingga rata
• masak di atas api kecil hingga matang. masukkan alpukat,aduk rata, angkat
• tuang ASI/SUFOR aduk hingga rata

MPASI 6-9 bulan

Bubur Susu Nasi

BUBUR SUSU NASI

Bahan :
• 3 sdm nasi
• 400 ml air
• 50 gr bayam merah,cacah halus
• 200 ml ASI (6 sendok takar sufor larutkan dalam 180 ml air matang)

Cara membuat :
• rebus nasi dengan air hingga menjadi bubur, sejenak sebelum diangkat masukkan bayam merah, masak hingga lunak. Angkat dan dinginkan
• campur dengan jus apel dan ASI/SUFOR. Masukkan ke dalam blender,haluskan


BUBUR BERAS MERAH WORTEL

Bahan :
• 2 sdm tepung beras merah
• 100 ml air matang
• 200 ml ASI (2 sdm sufor larutkan dalam 200 ml air )
• 60 gr wortel rebus, haluskan

Cara membuat :
• larutkan tepung ke dalam air, aduk hingga rata
• masak di atas api kecil hingga matang. masukkan wortel aduk rata dan angkat
• tuang ASI/SUFOR, aduk rata


MPASI 6-9 bulan

Bubur Susu Ubi

BUBUR SUSU UBI

Bahan :
• 1 sdm tepung ubi, siap pakai
• 100 ml air
• 50 gr kembang kol rebus 3 mnt,haluskan
• 100 ml ASI (3 sendok takar sufor larutkan dalam 90 ml air matang)

Cara membuat :
• larutkan tepung ke dalam air, masak di atas api kecil hingga matang sambil diaduk agar tidak menggumpal
• masukkan kembang kol,masak sejenak. angkat
• tuang ASI/SUFOR,aduk rata

MPASI 6-9 bulan


Bubur Susu Labu Kuning

BUBUR SUSU LABU KUNING

Bahan :
• 200 gr labu kuning, kupas, iris kecil
• 50 gr brokoli,cincang halus
• 100 ml air matang
• 200 ml ASI (2 sdm sufor larutkan dalam 200 ml air hangat)

Cara Membuat :
  • Rebus labu kuning dan brokoli hingga lunak
  • Angkat dan dinginkan
  • Haluskan menggunakan blender
  • Tuang ASI/SUFOR aduk rata.

MPASI 6-9 bulan

Tropical Fruit Puree

TROPICAL FRUIT PUREE

Bahan :
• 30 gr NESTLE BUBUR BAYI pisang dan susu
• 75 gr air hangat
• 25 gr pepaya, haluskan

Cara membuat :
  • Larutkan NESTLE BUBUR BAYI pisang dan susu dengan air hangat
  • Tambahkan pepaya,aduk rata
  • Sajikan segera
MPASI 6-9 bulan

    Minggu, 15 Mei 2011

    Resep MPASI Bayi 9-12 Bulan

    Resep Tim Hunkwee Gurame Tahu

    Resep menu utama bayi usia 9 bulan+ dengan karbohidrat dari tepung hunkue, protein dari ikan gurame dan tahu sutra serta telur dan keju. Vitamin dan serta dari bokcoi. MPASI yang padat gizi untuk si kecil.

    Bahan :
    • 2 sdm tepung hunkwee
    • 500 ml kaldu ikan/ kaldu sayuran
    • 50 gram tahu sutra, kukus, haluskan
    • 50 gram daging ikan gurame, haluskan
    • 2 sdm keju parut
    • 10 takar susu formula lanjutan
    • 50 gram bokcoi, haluskan
    • 2 kuning telur, kocok

    Cara membuat :
    1. Campur kaldu dengan tepung hunkweee dan ikan gurame. Jerang hingga meletup2
    2. Ambil 2 sdm adonan, masukkan ke dalam kocokan kuning telur. Aduk, masukkan kembali. Masukkan tahu, keju, susu formula dan bokcoi. Masak selama 3 menit, sambil diaduk terus. Angkat
    3. Tuang dalam wadah saji



    Resep Pasta Saus Keju

    Makaroni dapat menjadi salah satu pilihan sumber karbohidrat bagi baita. Resep makanan balita kali ini menggunakan makaroni dan sayuran.

    Bahan:
    80 gr Makaroni bengkok mini, rebus hingga empuk
    4 kuntum kecil brokoli, kukus hingga empuk
    4 kuntum kecil kembang kol, kukus hingga empuk
    Bahan Saus Keju:
    1 sdm minyak zaitun extra virgin
    1 sdm tepung terigu
    175 m susu kedelai/susu cair
    1 sdt daun seledri cincang
    50 gr keju tawar, dapat diganti keju cheddar parut

    Cara Membuat:
    1. Saus keju: panaskan wajan mini di atas api sedang, tambahkan minyak zaitun, masukan tepung terigu, aduk hingga licin
    2. Tambahkan susu dan keju, aduk hingga tepung larut, masukan seledri, masak hingga lembut. Matikan api.
    3. Masukan makaroni rebus dan sayuran kukus, aduk hingga rata. Sajikan.


    Resep Kukus Makaroni Daging

    Seperti makaroni schotel dengan resep yang ramah untuk bayi… variasi resep menu makanan bayi 9 - 2 tahun.
    Bahan:
    • 200 gr makaroni, direbus sampai lembut atau bisa gunakan bubur dasar makaroni
    • 1/2 btr bawang bombai, cincang halus
    • 1 siung bawang putih, parut
    • 1 bh wortel yang kecil, parut
    • 1 bh kentang ukuran kecil, parut
    • 1 sdm mentega untuk menumis
    • 2 btr telur
    • 1/2 cangkir susu formula
    • 100 gr daging ayam cincang/daging sapi cincang

    Cara Membuat:
    1. Tumis bawang bombai dan bawang putih dengan mentega sampai harum. Masukkan parutan wortel dan kentang sambil diaduk. Lalu masukkan susu cair, daging ayam/sapi cincang, angkat.
    2. Masukkan telur ke dalam bahan tadi sambil dikocok lepas. Kemudian tuangkan dalam pinggan tahan panas. Kukus sampai matang. Angkat dan dinginkan.

    Jumat, 29 April 2011

    Bubur Susu Pepaya

    BUBUR SUSU PEPAYA

    Bahan :
    • 1 sdm tepung beras merah
    • 10 ml air matang
    • 100 ml ASI (3 sendok takar susu formula lanjutan,larutkan dalam 90 ml air matang)
    • 50 gr pepaya matang, potong kecil,haluskan

    Cara membuat :
    • larutkan tepung beras merah ke dalam air, aduk rata. Masak di atas api kecil hingga matang sambil diaduk agar tidak menggumpal.
    • masukkan papaya,masak sejenak, angkat
    • tuang ASI atau susu formula yg sudah dilarutkan, aduk rata.
    • berikan pada bayi dalam keadaan hangat

    MPASI 6-9 bulan

    Sabtu, 23 April 2011

    TIM MERAH

    Tim Merah,disebut tim merah karena warna nasi timnya merah. Aku cukup sering memberikan tim ini pada anakku,bahan2 yang bisa disiapkan sebelum menbuat tim ini adalah :

    Bahan :
    - kacang merah
    - wortel serut/parut,bisa juga di potong kecil2 toh endingnya juga diblender/dihaluskan
    - tomat buang biji dan kulitnya
    - nasi/beras
    - air secukupnya
    - tahu/tempe

    Cara :
    - siapkan mangkuk kecil/wadah kecil tahan panas dan juga panci berisi air
    - masukkan semua bahan tadi kedalam mangkuk kecil
    - masukkan mangkuk tersebut kedalam panci berisi air yang direbus,tim/kukus sampai matang
    - setelah semua bahan matang dan empuk,angkat dan dinginkan sebentar sebelum diblender

    Bubur Wortel Pir

    Suamiku pernah menertawakan aku karena memberikan bubur ini pada anakku tapi karena anakku makan dengan lahap aku jadi tidak mempermasalahkan ledekan dari suamiku,yang penting Gilbert doyan toh makanan ini tetap ada gizinya dan bukan makanan instan.

    Bubur Wortel Pir
    Kukus wortel dan Pir sampai lunak,setelah lunak saring denagn saringan kawat atau blender hingga didapatkan tekstur yang halus campurkan bersama bubur. Kalau aku sering blender bubur bersama sayuran sekaligus. Cara ini berlaku untuk bayi 6 bulan,kalau sudah berumur 9 bulan tekstur dibuat lebih kasar jangan terlalu halus. Wortel bisa diparut dengan parutan rujak yang lebih kecil.

    Jumat, 22 April 2011

    KUKUS NASI COKLAT

    Resep ini untuk bayi 9 bulan ke atas

    Bahan:
    150 ml Susu kedelai tawar
    1 sdt coklat bubuk
    20 gram beras merah
    1/2 sdm gula pasir
    1/4 sdt kayu manis bubuk
    3 potong pisang tebal 1cm
    sedikit garam

    Cara membuat:
    1. masak susu, coklat bubuk dan beras hingga kesat dan nasi menjadi empuk. Angkat dan tambahkan gula pasir, garam dan kayu manis bubuk, aduk rata
    2. Kukus nasi hingga masak
    3. sajikan hangat dengan 3 potong pisang

    Referensi Resep: “Variasi Makanan Sehat Bayi”, Wied Harry A. 2007
    Menumakananbalita.com

    Selasa, 19 April 2011

    Resep MPASI 2

    Ni lanjutan dari resep MPASI dasar yg kemaren.

    Puree Kentang
    kukus atau rebus kentang sampai lunak,blender sampai halus.jgn lupa tambahkan asi ato sufor.setelah selesai bisa di bekukan.
    Selain kentang sayuran lain yg bisa dibuat puree : brokoli,jagung manis,wortel,buncis,labu siam

    Kentang Tomat
    kukus kentang dan tomat sampai lunak.terlebih dahulu buang biji tomat dan potong2 kentang menjadi kecil2.setelah kentang dan tomat menjadi lunak bisa dibekukan.

    Kacang merah
    Kacang merah bisa menimbulkan alergi,jadi awasi si kecil pada saat pemberian kacang merah.Kacang merah direbus bersama wortel dan tomat sampai lunak.Blender semua bahan sekaligus dan bekukan,atau blender masing2 bahan dan bekukan sendiri2.Campur bahan2 sebelum dihidangkan.

    Minggu, 10 April 2011

    Resep Kaldu

    Bingung gimana cara buat kaldu buat si kecil? Simak resep di bawah ini....


    Kaldu Ceker Ayam

    Bahan :

    1. Ceker/kaki Ayam 6 buah
    2. Air 1 liter
    3. Daun Bawang 1 batang
    4. Seledri 1 batang
    5. Tomat 1 buah diiris halus

    Cara membuat :

    1. Rebus ceker ayam dengan air, sisakan airnya kira-kira 800 ml.
    2. Masukkan semua bahan lainnya dan rebus selama 15 menit.
    3. Kemudian angkat dan saring, ambil kaldunya


    Kaldu Sapi

    Bahan :

    1. Tulang sapi 1 kg
    2. Air 1 liter
    3. Bawang merah 1 buah, diiris halus
    4. Bawah putih 1 siung, diiris halus
    5. Jahe secukupnya, dimemarkan

    Cara membuat :

    1. Semua bahan dicampur dan direbus selama 30 menit.
    2. Angkat dan ambil kaldunya.


    Kaldu Ikan

    Bahan :

    1. Tulang Ikan 1 kg
    2. Air 1 liter
    3. Bawang bombay 1/2 buah, dicincang kasar
    4. Daun seledri 1 batang, iris halus
    5. Jahe secukupnya, dimemarkan

    Cara membuat :

    1. Rebus semua bahan selama 30 menit.
    2. Angkat dan ambil kaldunya.


    Kaldu Sayuran

    Bahan :

    1. Tulang Ayam 1/2 kg
    2. Air 1 liter
    3. Wortel 1 buah diiris kasar
    4. Bawang Bombang 1/2 buah
    5. Seledri 1 batang

    Cara membuat :

    1. Rebus tulang ayam dengan air sampai tersisa air kaldu kira-kira 750 ml.
    2. Masukkan semua bahan yang lainnya dan rebus selama 15 menit.
    3. Angkat dan saring kaldunya



    Kaldu Udang

    Jika membuat masakan udang, kulit dan kepalanya jangan dibuang. Olah menjadi kaldu udang yang sedap untuk campuran masakan dan sup.

    Bahan:
    * ± 1 ltr air
    * 300gr kulit dan kepala udang
    * 1 iris tipis jahe

    Cara membuat:
    Cuci bersih kulit dan kepala udang, tiriskan. Sangrai hingga kemerahan, tuangi air, masukkan jahe, dan didihkan selama ± 30menit. Saring dengan bahan kain, dinginkan, dan bekukan. Kaldu udang bisa digunakan sebagai kuah udang atau dicampur dengan masakan yang mengandung ayam/ikan.

    Nah kalau ingin disimpan dikulkas tinggal dibekukan.



    Sumber : Tipsbaby

    Frozen Food (MPASI)

    Tulisan ini adalah hasil pengalaman Citra Dyah Prastuti, penulis buku Cheers UK yang juga member 'tuek' MPASI Rumahan.

    Kombinasi antara orangtua bekerja dan punya balita itu seringkali bikin pusing keliling. Apalagi begitu tiba di soal makanan. Setelah melewati masa-masa perjuangan ASI, maka akan segera tiba etape berikutnya: MPASI. Ketika sampai di tahap ini, maka orangtua sebaiknya menetapkan aliran mana yang mau diikuti. Misalnya, apakah mau pakai garam/gula atau tidak, apakah mau memberikan makanan instan atau tidak.

    Bagi yang memilih untuk tidak memberikan makanan instan dengan alasan apa pun, maka etape perjuangan berikutnya menanti. Bagaimana cara memberikan makanan segar alias rumahan ini kepada balita? Kalau diberkahi status sebagai stay-at-home-mom, aman. Bagaimana kalau ortu bekerja?

    Menyerah? Jangan dong!

    Niat Dulu...!


    Segala sesuatu kalau dimulai dengan niat baik, mudah-mudahan sih bawa berkah. Begitu juga kalau sudah berniat memberikan MPASI rumahan buat anak, ya sudah, bulatkan tekad. Jangan menyerah sama bubur bayi instan yang pastinya gampang banget karena tinggal aduk pakai air panas. Atau tergiur dengan botol-botol kaca kecil berisi makanan bayi tinggal suap.

    Penting juga memastikan kalau ini adalah keputusan bersama: ibu dan ayah. Kalau emaknya doang yang kepingin begini, wah bisa keok di tengah jalan tuh. Semangat bisa redup kalau nggak ada partner yang segendang sepenarian. Jangan lupa, makanan instan itu selalu lebih gampang, mudah, cepat, nggak repot dan berbagai keistimewaan lainnya. Godaan itu bisa meruntuhkan daya juang memberikan MPASI rumahan, lho.

    Ada seribu jalan ke Roma. Kalau ‘Roma’nya sudah ditetapkan yaitu mau memberikan MPASI segar dan rumahan, maka kita pastikan lah ada seribu jalan itu.

    Kenapa Pilih Frozen Food?

    Saya pilih frozen food buat anak saya, Mantra Senja, karena dua alasan.

    Pertama, karena frozen food yang dibuat sendiri itu yakin dibuat dari makanan asli. Bukan instan, bukan bahan kimia, bukan bahan pengawet, tapi betul-betul barang asli. Mestinya lebih baik dong. Kalau ada yang berargumen kualitas makanan bakal lebih rendah karena dibekukan, argumen itu bisa ditangkal kok. Daripada memasukkan bahan pengawet dan kimia ke tubuh balita yang masih super duper ringkih, saya pilih frozen food.

    Kedua, di frozen food ada ‘sentuhan ortu’. Kenapa begitu? Sebab saya memastikan kalau frozen food untuk Senja itu hasil olahan saya dan Hilman, suami saya. Setiap hari ada pengasuhnya Senja, tapi urusan makanan, biar kami saja yang siapkan. Mungkin deep down inside ini juga bentuk kompensasi ‘rasa bersalah’ karena meninggalkan anak untuk bekerja ya. Paling enggak, dengan menyiapkan frozen food itu sendiri, saya jadi tahu persis apa yang masuk ke perut Senja.


    Asik dan Seru!

    Saya bukan jago masak, meski punya koleksi buku resep yang lumayan banyak, haha. Yang jelas, saya menikmati semua proses menyiapkan frozen food ini.

    Kami penganut aliran ‘tidak pakai gula-garam’ untuk makanan Senja selama MPASI ini. Ini tentu memudahkan saya dalam menyiapkan makanan. Nggak bakal ada makanan yang ‘nggak enak’, karena semua adalah rasa asli si makanan itu. Jadi saya nggak akan dihantui rasa ketakutan ‘ini makanan keasinan atau enggak ya?’ dan sejenisnya, karena toh ini nggak pakai bumbu apa pun, hehe. Dijamin berasa jago masak deh!

    Keputusan untuk menempuh jalur frozen food ini juga berdampak positif bagi keakraban saya dan suami, sungguh! Malam-malam setelah Senja tidur, kami masih melek untuk mengukus, memblender, memasukkan ke dalam tempat ice cubes tray, lalu memasukkan ke freezer semua makanan yang disiapkan untuk Senja. Untuk itu kami membagi tugas. Seperti kata Hilman,”Kamu yang bikin menunya, aku eksekutor saja.” Untuk itu Hilman nggak keberatan kalau pulang kantor diorder mampir dulu ke supermarket atau pasar untuk beli ini itu. Dia juga senang kalau diminta memblender dan menyiapkan segala pritilan. Termasuk mencuci barang-barang yang dipakai untuk menyiapkan makanan (oh manisku, terima kasih tak terkira ya!).

    Yang paling penting adalah, saya berasa eksis karena menyiapkan sendiri makanan Senja. Setiap kali ditanya siapa yang menyiapkan makanan Senja, maka saya bisa menepuk dada dan bilang dengan bangga,”Saya dong!” Menyiapkan segala sesuatu buat Senja dengan tangan saya sendiri membawa kepuasan luar biasa besar.

    Repot? Ah ya jangan itunya yang dibayangin! Kalau nggak mau repot, ya jangan punya bayi *belagu*


    Peralatan Tempur

    Sahabat setia saya dalam perjuangan MPASI Rumahan adalah milis paling ngehits buat emak-emak paling kewl sejagad raya: MPASI Rumahan. Untuk itu marilah kita nobatkan piala kehormatan untuk Mak Depe yang sudah memulai milis keren ini *smooch!*


    Ini adalah daftar peralatan tempur saya dalam menyiapkan MPASI Rumahan:
    · Magic jar
    Fungsi: mengukus buah dan sayur sebelum diblender. Kalau tidak pakai magic jar ya bisa saja, apa pun lah, asal untuk mengukus. Magic jar bisa juga menggantikan fungsi panci untuk mengetim kubus-kubus beku ini.
    · Blender & grinder (itu lho, temannya blender yang ukurannya kecil, biasanya untuk menggiling bumbu dapur)
    Fungsi: menghaluskan bahan makanan, tingkat kehalusan/kekasaran tinggal diatur sendiri (manual). Jangan lupa sesuaikan juga dengan usia bayi.
    · Ice cubes trays + cling wrap
    Fungsi: menampung hasil blenderan makanan. Satu cube kira-kira 1 oz. Sekarang banyak juga ice cubes tray yang berikut tutup. Kalau sudah pakai itu ya tidak perlu pakai cling wrap untuk menutup bagian atas ice cubes tray itu. Pas jaman Senja MPASI dulu, ice cubes tray yang pakai tutup harus beli di Singapura. Widih, males dong. Jejak karbon itu barang bakal terlalu besar dan mahal hihihi. Lalu, berapa banyak ice cubes tray yang dibutuhkan? Tergantung usia bayi (jumlah porsi makin besar kalau bayi makin besar toh?) dan tergantung mau serepot apa (kalau punya trays banyak, maka bisa satu ronde untuk bikin kubus-kubus makanan itu dalam sekaligus banyak).
    · Wadah plastik bertutup rapat atau kantong ziplock
    Fungsi: meletakkan kubus-kubus makanan yang sudah beku, sehingga ice cubes tray bisa diberdayakan lagi. Bertutup rapat tuh maksudnya ya begitu, hehe. Misalnya, yang kalau tutupnya dikencengin bunyi ‘ceklek-ceklek’ gitu lho. Oya, pilih lah wadah plastik yang food grade (biasanya ditandai dengan gambar sendok garpu di bagian bawah wadah) dan freezer safe (ada keterangannya juga di bagian bawah wadah). Kalau nggak pakai wadah plastik itu, bisa juga pakai ziplock. Keunggulan ziplock, bentuknya lebih fleksibel kalau isi freezer penuh.
    · Panci
    Fungsi: mengetim kubus-kubus makanan itu. Bisa juga pakai magic jar yang lebih praktis.
    · Wadah ASI
    Fungsi: menampung ASI secukupnya untuk campuran MPASI. Ini tentunya untuk MPASI tahap awal yang harus dicampur susu. Karena saya pakai ASI, jadi saya pakai botol kaca wadah ASI dalam jumlah sedikit, karena kan hanya untuk campuran. Kira-kira saya isi hanya 20-an ml. Kalau pakai susu formula, ya mudah, tinggal buat susunya dalam porsi kecil.

    Wadah-wadah, Bersatulah!

    Ketika menu makanan Senja masih yang dasar-dasar saja (usia 6 bulan), maka puree yang disiapkan juga makanan dasar. Ibarat baju, maka puree ini adalah blazer hitam, kemeja putih, celana kain warna gelap dan sepatu pantofel hitam. Jadi di freezer saya ada puree beras merah, beras putih, kentang, brokoli, wortel, jagung manis, dll.

    Satu porsi makan, misalnya, 4 kotak beras merah + 2 kotak wortel. Lagi-lagi, ini mesti disesuaikan dengan usia bayi. Kalau makanannya sudah advanced, maka porsinya juga bertambah. Biasanya saya pakai wadah plastik ukuran 180ml, untuk seporsi makanan. Itu diisi sampai penuh, tuh.

    Karena kebutuhan frozen food ini, saya punya sedikitnya 15 wadah plastik aneka ukuran untuk menampung makanannya Senja. Rasanya senang hati ini begitu buka freezer yang penuh dengan wadah aneka bentuk berisi makanan, minuman dan cemilan Senja!

    Agenda Kerja

    Sesuai pengalaman saya dan Hilman menyiapkan frozen food untuk Senja, langkah-langkahnya begini:

    · Siapkan menu
    Biasanya saya bikin menu seminggu, atau malah sekalian untuk sebulan. Dengan begitu, saya bisa bikin variasi menu yang asik buat Senja. Bakal terlihat juga komposisi buah-sayur-karbohidrat-protein yang saya perkenalkan ke Senja: cukup variatif atau itu-itu saja.
    · Kukus-blender-wadahi
    Pekerjaan ini bisa disambi nonton TV nih. Biasanya dikerjakan di malam hari, setelah Senja tidur supaya nggak ribet. Nggak kebayang dong kalau di pagi hari mesti terbirit-birit ngeblender anu itu, mandiin dan main sebentar sama Senja, sementara jam berbunyi tik-tok-tik-tok karena mesti segera berangkat (well, been there hihihi). Di dalam magic jar, bisa sekaligus beberapa jenis makanan dimasukkan ke sana. Lalu diblender deh. Kalau ada makanan yang porsinya tidak terlalu banyak, maka grinder bisa diberdayakan di saat yang sama. Setelah semua bahan makanan halus, tinggal masukkan ke dalam ice cubes tray lalu diatasnya dilapis cling wrap. Kalau makanannya sudah tingkat advance maka agenda ‘kukus’ diganti menjadi ‘masak’.
    · Buat catatan
    Catatan ini diperlukan untuk mengetahui ‘umur’ dari masing-masing bahan makanan yang sudah dibekukan. Prinsip first-in-first-out seperti di ASI beku, juga diterapkan di sini. Catatan ini biasanya saya tempel di pintu freezer, supaya gampang terpantau. Kalau makanan yang dibekukan sudah satu menu siap santap, saya kasih label judul menu di wadahnya.
    · Sajikan
    Here comes the multi-tasking scene, hoho. Semalam sebelumnya, biasanya saya menurunkan ASI dari freezer, ke kulkas bagian bawah. Sehingga dekat waktu makan Senja, ASI sudah cair, tinggal dihangatkan sedikit. ASI ditaruh di warmer, sementara kubus-kubus makanan itu ditaruh di magic jar untuk dicairkan. Aman tuh, bebas dari kompor-korek-gas yang rawan bahaya. ASI hangat, kubus mencair, tinggal campur dan sajikan deh.



    Contoh Resep

    Bahan makanan apa saja yang bisa dibekukan? Mari coba longok laman ini untuk panduan awal. Salah satu resep karbohidrat yang dibekukan untuk Senja adalah puree kentang. Cara membuat puree kentang ini tentunya mudah. Kalau nggak mudah, rasanya nggak bakal saya kerjakan.

    Caranya begini. Kentang dikukus, lantas ditumbuk sampai halus. Baunya nyam-nyam banget. Kalau bayinya sudah bisa mencicip keju, boleh juga tuh dicampur sekaligus. Hmmm makin lezat pastinya. Apalagi kalau ditambah brokoli. Wuih, pasti uendang pisan!

    Setelah halus, dimasukkan ke dalam ice cubes tray, ditutup pakai tutup plastik cling wrap (bukan yang kertas timah lho ya), lantas masukkan ke freezer. Paginya, pasti sudah beku dong. Pindahkan kubus-kubus itu ke wadah plastik atau ziplock, supaya ice cubes tray itu bisa digunakan lagi.

    Setiap makanan punya ciri khas sendiri begitu dibekukan. Ada yang baiknya oke-oke saja kalau masuk freezer, tapi ada yang agak berubah bentuk (tapi tak menurun kualitasnya) setelah dibekukan. Panduannya bisa dilihat di sini .

    Porsi makanan disesuaikan dengan usia bayi. Waktu Senja usia 7 bulan, seporsi makan dia kira-kira 4 kubus puree kentang beku. 1 kubus konon setara dengan 1 oz (saya nggak tahu apa padanan ukurannya di Indonesia). Kalau sudah dicampur dengan ASI (dan/atau air) maka jadi semangkok bubur bayi tuh, banyak!



    Aneka Menu Frozen Food

    Kalau di freezer sudah tersedia aneka rupa kubus-kubus beku sayur-buah-protein-karbohidrat, tinggal mix-and-match menu deh kayak baju! Misalnya, pagi makan puree buah, siang menyantap puree kentang dan brokoli, sementara sore menikmati bubur-beras-merah-beku dicampur dengan puree sayur. 4 sehat 5 sempurna tercapai!

    Nah, kalau bayinya sudah lebih besar, maka makanan beku juga bisa lebih advanced. Saya pernah memberikan makanan yang terbuat dari bubur beras putih + tumis ayam dan brokoli (ditumis dengan unsalted butter), lantas dibekukan. Besoknya, Senja menyantap makanan itu dengan gembira dwongs!

    Menu makanan Senja makin seru di usia 8 bulan. Misalnya, bubur temciswormatging. Wooohoo, apa tuh? Isinya adalah beras merah-putih, tempe, buncis, wortel, tomat, daging. Atau bubur dari beras merah dan putih, dicampur tahu, buncis, wortel, brokoli, tomat, labu siam, fillet dada ayam. Yummieh! Bisa juga, bubur kentang, brokoli, daging sapi giling, jagung manis dan nantinya dihidangkan dengan keju parut. Wuiiih, ini udah mengalahkan chef mana pun!

    Patokan utama saya dalam mengkreasikan makanan Senja adalah berwarna. Semakin berwarna, mudah-mudahan semakin komplit gizinya. Karena itu, selalu ada sayur hijau dan kuning dan merah dalam bubur yang saya siapkan untuk Senja. Selain itu, saya juga sengaja mencampurkan beras merah dan putih, supaya gizinya lebih pwol. Juga lebih nasionalis *halah*

    Bisa juga menyiapkan kubus-kubus beku aneka kaldu. Praktis tuh. Karena kaldu beku itu kan bisa dicemplungin ke aneka makanan, dan ready to use. Bikin yang banyak juga nggak bakal rugi, karena pasti akan terpakai. Kalau nggak keburu terpakai untuk makanan Senja, ya untuk makan kami-kami yang dewasa kan bisa juga.

    Kalau tadi menyiapkan makanan utamanya, maka jangan lupa siapkan cemilan bekunya. Biasanya ini berupa buah-buahan. Segala macam juga bisa dijajal: apel, pepaya, melon, mangga, dan sebagainya. Saking rajinnya, Hilman pernah menghabiskan 1 buah melon untuk di-frozen-food-kan untuk Senja!

    Tips lain, begini. Kalau mulai merasa ‘hilang akal’ kehabisan resep, rajin-rajinlah bertandang ke blog emak-emak tangguh lainnya, terutama yang suka masak untuk bayi-balita mereka. Senantiasa ada resep mudah-murah-gembira di sana, kok.

    So, What’s Stopping You?

    Memberi makanan sehat, bergizi, bebas pengawet, bebas zat kimiawi buat anak itu tak ubahnya investasi. Hasilnya baru ketahuan nanti, kelak, di masa mendatang. Makin hari, mestinya makin tebal juga keyakinan kalau sehat itu mahal. Jadi, kalau bisa investasi kesehatan sejak anak masih bayi, kenapa nggak?

    Nggak ada makanan yang lebih lezat dibandingkan makanan yang disiapkan orangtua sendiri, lengkap dengan bumbu cinta kasih. Frozen food tak ubahnya perpanjangan tangan orangtua kan .

    Selamat berkreasi!

    sumber : Citra Dyah Prastuti
    Bunce dari Mantra Senja (sekarang 3 tahun)
    @citradp | citradp @ yahoo . com
    www.pippiminke.blogspot.com | www.citradp.wordpress.com
    MPASI Rumahan.